Alasan Pemerintah Tidak Membagikan Masker Cegah Corona Seperti Singapura

  Kabar Terkait Corona

Pemerintah Singapura membagikan masker secara gratis untuk warga sebagai upaya pencegahan dari infeksi virus corona.

ElcoidaPemerintah Singapura membagikan masker gratis bagi masyrakat setempat untuk pencegahan virus corona atau Covid-19. Bahkan, mereka juga melibatkan militer untuk mengemas dan membagikan masker ke setiap rumah di Singapura.

Menanggapi hal tersebut,  ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira kembali mengungkit anggaran yang digunakan untuk influencer senilai Rp72 miliar yang akhirnya ditarik kembali. Menurutnya, anggaran tersebut bisa digunakan untuk penanganan wabah corona di Indonesia, termasuk membagikan masker secara gratis kepada masyarakat.

"Dampak yang relatif besar. Kami melihatnya juga begini, kebingungan juga menggelontorkan Rp72 miliar untuk influencer untuk menarik wisatawan kemudian ditarik lagi. Kenapa enggak berpikir seperti Singapura, masker dibagikan gratis. Sehingga kita lihat di Singapura preventifnya jelas. Tentara dikumpulkan untuk mengemas masker dan dibagikan gratis door to door kerumah," jelas Bhima di acara Mata Najwa Trans7, Rabu (4/3/2020) malam.

Apalagi sekarang pemerintah masih dianggap fokus terhadap ekonomi dibanding dengan penanganan virus corona yang mulai mewabah di Indonesia.

Hal tersebut juga disinggung oleh host Najwa Shihab dan melemparkannya kepada Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko. "Kenapa pemerintah tak membagikan (masker) gratis (untuk cegah corona) seperti Singapura, apa karena jumlah penduduknya banyak?" tanyanya.

Mendidik Masyarakat?

Dalam penjelasannya, Moeldoko tak menjawab dengan jelas. Ia mengklaim pemerintah telah mendidik masyarakat dengan benar.

"Saya pikir kita sudah mendidik masyarakat. Kedua, memang itu antara ayam dan telur. Kalau kita berbciara fokus ke sini, ekonomi juga harus dipikirkan. Presiden melakukan sidang kabinet enam kali terkait corona. Berikutnya bagaimana ekonomi melihat ini. Untuk itu, presiden minta segera jalankan itu, anggaran di daerah berjalan dengan cepat," jawab Moeldoko.

Pada Selasa (26/2/2020) lalu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan dari total insentif fiskal senilai sekitar Rp10 triliun, ada anggaran promosi Rp103 miliar, kegiatan turisme sebesar Rp25 miliar dan influencer untuk menangani dampak corona sebanyak Rp72 miliar. Belakangan, Menteri Pariwisata Wishnutama menyatakan menunda pemberian insentif untuk wisatawan asing itu.

Comments

Populer

Barang Apa Saja Yang Tidak Boleh Dikirim Lewat JNE, J&T, TIKI, POS Dan Yang Lainnya?

WC Toilet Anti Najis, WC Standar Muslim

"Digital Marketing Life Hacks". Kehidupan Pemasaran Digital Hacks

Gambar Denah Rumah Tipe-48



Sebuah situs yang berisi konten promosi, berita, informasi, pengumuman dll. www.elcoida.com media informasi kaya inspirasi.


About  |  Contact  |  Privacy Policy  |  Service  |  Disclaimer  |  Sitemap