Aplikasi Flat Earth Yang Tak Sesuai Fakta Bumi | FE Sadar

   ARTIKEL BERITA


Elcoida.com - Bekasi | Salah satu dinamika Dunia internet adalah munculnya "paham" atau teori "Bumi Datar" (Flat Earth, flatearth). Kepercayaan “Bumi Datar” ini memperoleh popularitas dengan pernyataan bahwa semua yang kita pelajari di sekolah-sekolah bahwa bentuk bumi adalah bulat hanyalah buah dari konspirasi dan bertentangan dengan logika (penglihatan).

Sebagian dari penganut faham bumi datar ini juga mengacu kepada Alquran yang menurut mereka juga menyatakan bahwa bentuk bumi adalah datar (flat earth). Sampai mereka membuat aplikasi Flat Earth bahkan sudah launching di Play Store yang bisa di download oleh siapapun.

Entah apa visi-misi mereka membodohi dan membohongi manusia di muka Bumi ini dengan beraninya berkonspirasi bahwa bumi yang kita pijak ini adalah datar.

Tapi yang namanya bangkai itu pasti kecium bagaimanapun mereka menyembunyikannya,, salah satunya dalam pembuatan aplikasi Flat Earh ini mereka membuatnya salah kaprah tidak sesuai fakta yang ada di Bumi.

Berikut Kesalahan Aplikasi Flat Earth Yang tidak Sesuai fakta dalam Perputaran Siang Malam di Kutub Selatan

- Di aplikasi bumi datar terjadi siang malam setiap hari di Kutub Selatan ,,, seharusnya sesuai fakta alam yaitu Di musim dingin, tak ada siang hari. Di musim panas, tak ada malam hari. Harusnya malam/siang lebih dari 24jam sesuai fakta alam.

Kaum bumi datar ini sangat bodoh dalam penelitiannya entah sengaja atau kere gak modal sampai bikin aplikasi sampah di bawah ini.

Video Aplikasi Bumi datar Kutub Selatan Terjadi Siang Malam Setiap Hari tidak Sesuai fakta. Seharusnya kutub selatan siang/malam lebih dari 24jam sesuai musim

Untuk sahabat elcoida supaya tidak terlanjur tersesat dalam berkonspirasi alangkah baiknya kenali sifat-sifat atau kejadian di kutub selatan dan kutub utara bumi pada wacana di bawah ini:

Kutub Selatan

Hal membingungkan yang terjadi jika Anda tinggal di kutub selatan

Tak ada tempat yang lebih menggambarkan suhu dingin lebih dari kutub. Terlebih lagi Kutub Selatan atau Antartika. Tak cuma dingin, terpencil dan jauh dari keramaian, Antartika juga punya fenomena alam yang jauh berbeda dengan Bumi tempat kita tinggal.

Sebegitu berbedanya fenomena alam yang ada di tempat paling bawah di Bumi tersebut, Antartika menarik bagi para ilmuwan untuk selalu menelitinya. Peneliti yang sudah tinggal selama berbulan-bulan di sana pun, akhirnya menyimpan banyak sekali kebingungan akan hal yang terjadi di sana.

Berikut beberapa ulasan soal kutub selatan terkait berbagai fenomenanya yang berbeda dengan dunia kita.

Di musim dingin, tak ada siang hari. Di musim panas, tak ada malam hari

Jika kita terbiasa bangun pagi dengan sinar matahari menerpa wajah kita, hal ini tak akan terjadi di musim dingin Antartika. Bagaimana tidak, karena jauhnya Antartika dari garis Khatulistiwa, tak ada matahari muncul di musim dingin. Karena kemiringan Bumi, malam hari di sana lebih dari 24 jam.

Sebaliknya, di musim panas kita tak akan menemui malam hari di Antartika. bahkan ketika waktu menunjukkan tengah malam, matahari masih akan muncul.

Dalam hal ini, Antartika kebalikan dari Arktik atau kutub Utara. Di sana, juga mengalami hal serupa, di mana jika Kutub utara siang hari, di Antartika malam hari.

Terkadang, Anda tak butuh jam

Jika Anda tinggal di Antartika, dan sudah masuk musim panas, maka fenomena yang terjadi adalah matahari akan mengelilingi langit. Benar, matahari akan mengelilingi langit, dan berangsur-angsur naik sampai pertengahan musim panas. Jika sudah sampai pada titik tersebut, matahari mulai bergerak lambat menuju cakrawala.

Saat matahari mulai mengelilingi langit dan bersinar selama 24 jam, sangat mudah untuk tahu sekarang jam berapa. Hal ini dikarenakan matahari berada di posisi yang sama layaknya perputaran jam. Anda bisa mengira-ngira jam makan siang hanya dengan datangnya arah matahari dari mana. Di keesokan harinya, hingga sepanjang musim panas, matahari akan terletak di situ saja.

Seseorang akan sulit tidur di Kutub Selatan

Tahukah Anda kalau Antartika berada di atas bongkahan es setinggi 3000 meter? Benar, dengan datang ke sana saja, Anda sudah berada di ketinggian 3 kilometer di atas permukaan laut, di mana atmosfer jauh lebih dekat dengan Anda.

Mungkin Anda bisa beradaptasi dengan ketinggiannya. Namun secara fisiologis, praktiknya akan jauh berbeda. Hal ini dikarenakan elevasi bisa jadi lebih tinggi karena ada fenomena atmosfer tertentu yang hanya dialami Kutub. Hal ini berupa gaya sentrifugal yang terjadi karena planet kita berputar pada porosnya, dan menarik atmosger menuju khatulistiwa, yang sejatinya justru menarik 'langit' je daerah selatan.

Ketika hal ini terjadi, udara akan makin tipis. Jadi, di keadaan biasa pun, di Kutub Selatan rasanya akan seperti naik gunung. Dan seperti yang dialami pendaki gunung, ketidak nyamanan perbedaan atmosfer akan membuatnya tak bisa tidur.

Kutub Selatan bergerak!

Secara geografis, tak mungkin sebuah daerah bergerak. Namun banyak bangunan di Kutub Selatan diberi penanda, dan terbukti Kutub Selatan bergerak!

Setiap harinya, Kutub Selatan bergerak 2,5 sentimeter. Kira-kira tiap tahun Kutub Selatan bergerak sejauh 9 meter. Hal ini terjadi lantaran Kutub Selatan berada di kutub magnet selatan Bumi. Kutub Selatan bertindak selayaknya magnet yang saling tarik-menarik dengan kutub utara yang di sana terdapat kutub magnetik utara.

Fakta ini disadari para ilmuwan yang selalu ada di sana. Para ilmuwan menentukan lokasi yang tepat secara geografis dari Kutub Selatan, lalu penanda tersebut dipindahkan setiap tahun. Terdapat upacara untuk memperingati hal ini tiap tahunnya. Hal ini dilakukan sebagai pengingat kalau Kutub bergerak.

Lebih dingin dari freezer

Tak mengejutkan kalau Antartika adalah tempat terdingin di dunia. Namun mungkin Anda tak memiliki gambaran sedingin apa. Suhu rata-rata saja sekitar minus 51 derajat Celcius.

Juli selalu jadi bulan terdingin di Antartika dengan suhu rata-rata minus 60 derajat Celcius hingga minus 63 derajat Celcius.

Ini saja tak cukup, pasalnya temperatur terdingin yang pernah dicatat tentu pernah dicatat di Antartika dengan suhu minus 89,2 derajat Celcius. bahkan freezer di kulkas kita saja tak sampai minus 20 derajat Celcius.

Kutub Selatan bisa alami tahun baru berkali-kali

Zona waktu yang ada di Bumi ini dibedakan tiap 15 derajat bujur. Karena Bumi bentuknya seperti globe, di khatulistiwa, jarak 15 derajat bujur akan sangat jauh (111 kilometer), dan di ujung kutub, 24 zona waktu itu bertemu.

Jadi secara harfiah, jika Anda tinggal di Kutub Selatan Anda bisa memasuki berbagai zona waktu hanya dengan berjalan beberapa langkah. Karena hal ini, perayaan tahun baru adalah hal yang menarik di sana. Menurut mereka yang pernah menghuni fasilitas riset di kutub Selatan, tahun baru adalah saatnya pesta karena mereka secara harfiah bisa merasakan detik pergantian tahun dari setiap waktu di Bumi.

Kutub Utara

Di Kota-Kota Ini Siang Bisa Terjadi Selama 24 Jam dalam Beberapa Bulan, Kok Bisa?

Belahan bumi bagian utara memiliki iklim yang berbeda dengan kita yang ada di khatulistiwa. Di kawasan seperti Eropa memiliki empat musim setiap tahun dan beberapa bulan di musim panas kerap mengalami yang namanya midnight sun. Fenomena ini membuat matahari bersinar dengan sangat terang selama 24 jam. Ya, di malam hari langit masih terang dan tidak gelap sama sekali.

Fenomena yang menarik ini terjadi beberapa negara Eropa dan Amerika. Selama beberapa bulan, penduduk bisa melakukan aktivitas di luar rumah tanpa takut gelap. Bahkan, siapa saja bisa membaca di tengah malam tanpa menyalakan lampu sama sekali. Berikut beberapa di dunia yang mengalami midnight sun setiap tahunnya.

Barrow, Alaska

Barrow adalah sebuah kota yang terletak di Alaska bagian utara. Kota yang masuk dalam wilayah Amerika ini mengalami midnight sun selama 90 hari atau nyaris selama musim panas penduduk di sini mengalami siang tanpa henti. Matahari terus bersinar dari pagi hingga pagi sehingga orang yang tidak biasa tinggal di sana akan merasa kesulitan dalam hal tidur dan aktivitas lainnya.

Bagi penduduk di kota ini, midnight sun adalah hal yang biasa. Setiap tahun mereka mengalaminya sehingga tidur tidak merasa terganggu. Saat musim panas tiba, penduduk di Barrow biasanya melapisi rumah mereka menggunakan aluminium foil. Hal ini dilakukan mereka bisa tidur dan tidak terdistraksi dengan cahaya yang masuk melalui kaca di jendela atau ventilasi.

Hammerfest, Norwegia

Hampir semua kota di kawasan Norwegia Utara mengalami midnight sun setiap tahunnya. Mulai dari Mei hingga Juli, kota-kota di sini tidak pernah mengalami yang namanya malam. Pada pukul 24.00 saja langit masih sangat terang sehingga semua penduduk bisa melakukan apa saja termasuk bekerja atau tidur seperti biasanya.

Bagi yang ingin menyaksikan fenomena yang sangat unik ini, disarankan untuk datang ke kota Hammerfest saja. Di sini perbedaan siang dan malamnya sama sekali tidak terlihat. Sepanjang hari udara di sini menjadi sangat panas sehingga saat akan tidur banyak penduduk menyalakan AC atau menutup jendela kamarnya dengan kain yang berwarna gelap.

Ivalo, Finlandia

Ivalo adalah salah satu kota wisata di Finlandia yang setiap tahun dikunjungi oleh ribuan orang. Saat musim dingin, tempat ini sangat beku dan nyaris setiap malam muncul aurora borealis yang sangat menakjubkan. Saat itu terjadi, traveler dari seluruh dunia akan berkumpul dan mengabadikan setiap momennya dari awal hingga akhir.

Saat musim panas tiba, kawasan ini sama sekali tidak memiliki malam. Setidaknya selama beberapa bulan, matahari selalu bercokol di atas kepala. Saat fenomena ini tiba, penduduk di kawasan ini lebih banyak melakukan aktivitas di luar rumah. Saat midnight sun muncul, traveler juga banyak berdatangan di sini untuk merasakan siang selama 24 jam secara langsung.

Yukon dan Nunavut, Kanada

Yukon adalah salah satu kota di Kanada bagian utara yang mengalami midnight sun setiap tahunnya. Penduduk di sini akan mengalami siang tiada habisnya pada akhir Juni hingga Agustus. Matahari bersinar tanpa henti dan dimanfaatkan oleh penduduk di sini untuk melakukan Festival Golden Heart City yang mengundang 180 stand makanan, fashion, dan seni.

Selanjutnya di Nunavut juga terjadi midnight sun dengan waktu yang tidak terlampau berbeda. Saat fenomena ini terjadi, penduduk di kawasan ini melakukan aktivitas di luar ruangan seperti memancing atau melakukan olahraga. Oh ya, setiap tahun ada maraton diadakan di Nunavut untuk menyambut kedatangan midnight sun.

Inilah kota-kota di dunia yang mengalami siang 24 jam selama beberapa bulan. Jika saja Indonesia memiliki fenomena seperti ini, kira-kira apa yang akan terjadi ya? Mungkin kita bakalan susah untuk tidur di malam hari.

Editor: Rahmad Widodo

Comments

Post a Comment

Populer

Barang Apa Saja Yang Tidak Boleh Dikirim Lewat JNE, J&T, TIKI, POS Dan Yang Lainnya?

WC Toilet Anti Najis, WC Standar Muslim

"Digital Marketing Life Hacks". Kehidupan Pemasaran Digital Hacks

Gambar Denah Rumah Tipe-48



Sebuah situs yang berisi konten promosi, berita, informasi, pengumuman dll. www.elcoida.com media informasi kaya inspirasi.


About  |  Contact  |  Privacy Policy  |  Service  |  Disclaimer  |  Sitemap