Kirun Wes Kadung

   Senyum Kecil


Elcoida - Roso Wis Kadung ”Jeru,” Jebul Sandiwara
  • Wes kadung nggoreng kopi...
  • Wes kadung nggae jajan riyoyo...
  • Wes kadung tuku klambi anyar...
  • Wes kadung tuku taplak anyar...
  • Wes kadung ngecet tembok...
  • Wes kadung ngecet pager....
  • Wes kadung ijol duit anyar....
  • Tibak'e akeh sing njaluk sepuro lewat WA. Ajur jum ra Iso Mudik 😅😅😅😆😆😆😆...
Selamat Hari raya. Maaf lahir batin


KALAU kumpul teman, jangan suka baperan. Sebab, baper (bawa perasaan) bisa memancing jail yang berujung prank. Seperti si Kirun Kenalpot (bukan nama sebenarnya) ini. Pria ini, perawakannya cukup berotot. Posturnya tinggi. Potongan rambutnya cepak. Kemana-mana sering naik motor lanang. Gagah. Tapi siapa sangka. Di balik muka yang sangar itu, ternyata hatinya mudah ambyar.

Cerita ini bermula dari pergaulan Kirun sehari-hari. Ia kerap nongkrong bareng anak-anak komunitasnya. Secara tampang, orang-orang di komunitas itu memang agak mendingan. Kalau yang cewek, wajahnya bening. Rambutnya di-rebonding. Dandanannya stylist abis.

✖✖✖✖

Dalam kumpulan itu, Kirun kerap menjadi bahan guyonan. Sebetulnya bukan hanya dia. Antaranggota memang saling gasak-gasakan. Tetapi si Kirun yang punya banyak bahan gasakan. Selalu ada celah untuk ditertawakan. Tingkahnya memang agak konyol.

Mungkin tingkah konyolnya itu untuk mencari perhatian. Kepada Layli Tiwul (bukan nama sebenarnya). Perempuan cantik nan semlohay ini, sering kumpul dengan komunitas itu. Alhasil, teman-teman Kirun mencium gelagat mencurigakan. Bahwa Kirun ada rasa dengan si Tiwul itu. Bahkan, sudah terlanjur ”jeru” (telalu dalam cintanya).

Dasar orang-orang usil, teman-teman Kirun pun merencanakan sebuah prank. Setting-an dibuat sedemikian rupa. Si Tiwul dibuat seakan-akan punya rasa dengan Kirun. Padahal, Tiwul nggak ada rasa babar blas. Tetapi demi prank, Tiwul pun mengiyakan rencana teman-temannya itu. Hampir tiap bertemu Kirun, perempuan berambut lurus itu bersikap memanja. Seakan memberikan kode-kode rasa.

Teman-teman lainnya hanya cekikikan. Tetapi Kirun sudah kelewat pede. Ditambah bumbu-bumbu bombongan dari kawan-kawannya. Agar Kirun segera menyatakan cinta kepada Tiwul. ”Ayo Run..., si Tiwul ndang ’ditembak’,” bisik salah satu kawan kepada Kirun.

”Iya Run, nde’e (Tiwul, Red) kayae sudah trisno karo koe,” tambah kawannya makin mantap. Meyakinkan.

Malam ”eksekusi” pun terjadi. Di sebuah angkringan. Di salah satu Jalan Kota Pati. Perlahan Kirun menyatakan cinta ke Tiwul. ”Wul, aku cinta kamu,” tutur Kirun. Teman-teman dan Tiwul malah cekikikan. Tertawa terbahak-bahak.

Tetapi entah apa yang merasuki Kirun. Ia mengambil langkah inisiatif. Cukup ekstrem. Tetapi memiliki nilai dramatis. Ia memosisikan diri di tengah jalan raya. Untung lagi sepi. Gak ada kendaraan. Lalu ia berteriak sekeras-kerasnya. ”Wull!!! aku cinta kamu....,” teriaknya di tengah jalan.

Semakin mantap. Teman-teman yang di angkringan sontak langsung buyar. Ngumpet semua. Karena merasa malu. Melihat polah salah seorang kawannya itu. Sementara Tiwul masih cekikikan. Sepertinya Kirun pun mulai sadar. Bahwa kisah cintanya itu cuma permainan.

Ia pun pergi dari tongkrongan. Kabarnya, setelah kejadian itu ia jarang nongkrong bareng. Dengan jeda waktu cukup lama. Tetapi akhirnya tetap kumpul kembali.

Editor: Ratih Hilda Maulani

Comments

Populer

Barang Apa Saja Yang Tidak Boleh Dikirim Lewat JNE, J&T, TIKI, POS Dan Yang Lainnya?

WC Toilet Anti Najis, WC Standar Muslim

"Digital Marketing Life Hacks". Kehidupan Pemasaran Digital Hacks

Gambar Denah Rumah Tipe-48



Sebuah situs yang berisi konten promosi, berita, informasi, pengumuman dll. www.elcoida.com media informasi kaya inspirasi.


About  |  Contact  |  Privacy Policy  |  Service  |  Disclaimer  |  Sitemap